Pluralisme
Dalam ilmu sosial, pluralisme adalah sebuah kerangka dimana ada interaksi beberapa kelompok-kelompok yang menunjukkan rasa saling menghormat dan toleransi satu sama lain. Mereka hidup bersama (koeksistensi) serta membuahkan hasil tanpa konflik asimilasi.
Pluralisme adalah dapat dikatakan salah satu ciri khas masyarakat modern dan kelompok sosial yang paling penting, dan mungkin merupakan pengemudi utama kemajuan dalam ilmu pengetahuan, masyarakat dan perkembangan ekonomi.
Bisa diargumentasikan bahwa sifat pluralisme proses ilmiah adalah faktor utama dalam pertumbuhan pesat ilmu pengetahuan. Pada gilirannya, pertumbuhan pengetahuan dapat dikatakan menyebabkan kesejahteraan manusiawi bertambah, karena, misalnya, lebih besar kinerja dan pertumbuhan ekonomi dan lebih baiklah teknologi kedokteran.
Pluralisme juga menunjukkan hak-hak individu dalam memutuskan kebenaran universalnya masing-masing.Masyarakat Majemuk
Suatu masyarakat disebut sebagai masyarakat majemuk, jika masyarakat tersebut memenuhi satu dari dua definisi berikut ini. Pertama, masyarakat majemuk adalah masyarakat yang terdiri dari komunitas etnik yang berbeda-beda. Komunitas etnik tersebut hidup terpisah-pisah, dan masing-masing memiliki moralitasnya sendiri. Yang kedua, masyarakat majemuk adalah masyarakat yang hidup di dalam satu komunitas yang sama, namun dipisahkan satu sama lain oleh pasar. Pada titik ini ada baiknya kita bertanya, apakah masyarakat majemuk semacam itu akan mendorong terciptanya semacam moralitas bersama untuk memampukan mereka hidup bersama secara harmonis, atau mereka justru akan menciptakan relasi dominatif antara kelompok yang kuat terhadap kelompok yang lemah, di mana justru relasi dominatif itu yang akan menjadi pengikat kehidupan bersama.
Masyarakat majemuk menurut Furnivall yaitu suatu masyarakat dimana sistem nilai yang dianut oleh berbagai kesatuan sosial yang menjadi bagian-bagiannya adalah sedemikian rupa, sehingga para anggota masyarakat kurang memiliki loyalitas terhadap masyarakat sebagai keseluruhan, kurang memiliki homogenitas kebudayaan atau bahkan kurang memiliki dasar-dasar untuk saling memahami satu sama lain.
Multikulturalisme
Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap realitas keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang mereka anut.
Multikulturalisme berhubungan dengan kebudayaan dan kemungkinan konsepnya dibatasi dengan muatan nilai atau memiliki kepentingan tertentu.
Definisi multikulturalisme:
• “Multikulturalisme” pada dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap realitas keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat juga dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik (Azyumardi Azra, 2007)
• Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang terdiri dari beberapa macam kumunitas budaya dengan segala kelebihannya, dengan sedikit perbedaan konsepsi mengenai dunia, suatu sistem arti, nilai, bentuk organisasi sosial, sejarah, adat serta kebiasaan.
• Multikulturalisme mencakup suatu pemahaman, penghargaan serta penilaian atas budaya seseorang, serta suatu penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain (Lawrence Blum, dikutip Lubis, 2006:174)
• Sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan (Suparlan, 2002, merangkum Fay 2006, Jari dan Jary 1991, Watson 2000
• Multikulturalisme mencakup gagasan, cara pandang, kebijakan, penyikapan dan tindakan, oleh masyarakat suatu negara, yang majemuk dari segi etnis, budaya, agama dan sebagainya, namun mempunyai cita-cita untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang sama dan mempunyai kebanggan untuk mempertahankan kemajemukan tersebut (A. Rifai Harahap, 2007, mengutip M. Atho’ Muzhar)
Nasionalisme
Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
Ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya mulai merosot. Ikatan ini terjadi saat manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tak beranjak dari situ. Saat itu, naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya, tempatnya hidup dan menggantungkan diri. Dari sinilah cikal bakal tubuhnya ikatan ini, yang notabene lemah dan bermutu rendah. Ikatan inipun tampak pula dalam dunia hewan saat ada ancaman pihak asing yang hendak menyerang atau menaklukkan suatu negeri. Namun, bila suasanya aman dari serangan musuh dan musuh itu terusir dari negeri itu, sirnalah kekuatan ini.
Dalam zaman modern ini, nasionalisme merujuk kepada amalan politik dan ketentaraan yang berlandaskan nasionalisme secara etnik serta keagamaan, seperti yang dinyatakan di bawah. Para ilmuwan politik biasanya menumpukan penyelidikan mereka kepada nasionalisme yang ekstrem seperti nasional sosialisme, pengasingan dan sebagainya.
Intrakulturalisme
Istilah interkulturalisme mengungkapkan sebuah kepercayaan yang setiap orang merasa diperkaya secara pribadi dengan berinteraksi dengan kultur lain. Setiap orang dari suku yang berlainan dapat terlibat dan belajar dari satu sama lainnya. Intercultural berarti antar budaya.
Bhinneka Tunggal Ika
Bhinneka Tunggal Ika adalah motto atau semboyan Indonesia. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuna dan seringkali diterjemahkan dengan kalimat “Berbeda-beda tetapi tetap satu”.
Kalimat ini merupakan kutipan dari sebuah kakawin Jawa Kuna yaitu kakawin Sutasoma, karangan Mpu Tantular semasa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14.
Kakawin ini istimewa karena mengajarkan toleransi antara umat Hindu Siwa dengan umat Buddha.
Kutipan ini berasal dari pupuh 139, bait 5. Bait ini secara lengkap seperti di bawah ini:
Rwāneka dhātu winuwus Buddha Wiswa,
Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen,
Mangka ng Jinatwa kalawan Śiwatatwa tunggal,
Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.
Terjemahan:
• Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda.
• Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali?
• Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal
• Terpecah belahlah itu, tetapi satu jualah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran.
Read More......
Tampilkan postingan dengan label ISBD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISBD. Tampilkan semua postingan
Selasa, 17 Agustus 2010
Senin, 16 Agustus 2010
Materi Ujian ISBD
Kokomponen-Komponen analisis SWOT:
1. KEKUATAN
Kukuatan berada didalam kendali wirausaha dan terjadi sekarang
• Keahlian teknis
• Jaringan pelanggan yang baik
• Pengalaman manajerial
• System distribusi
• Haraga yang relative murah
• Peningkatan produk
• Kemasan
• Keunggulan teknologi
• Ciri-ciri produk (manfaat, keawetan)
2. KELEMAHAN
Kelemahan berada didalam kendali wirausaha dan terjadi sekarang
• Tidak bisa menguasai bahan baku
• Daur hidup produk terbatas
• Rancangan produk tidak baik
• Upaya penjualan lemah
• Harga yang relative tinggi
• Pemilik tidak memiliki keahlian tenis
• Kurang pengalaman profil
. Ketinggalan teknologi
• Tidak punya modal kerja
• Kurang persediaan pada puncak penjualan
1. KEKUATAN
Kukuatan berada didalam kendali wirausaha dan terjadi sekarang
• Keahlian teknis
• Jaringan pelanggan yang baik
• Pengalaman manajerial
• System distribusi
• Haraga yang relative murah
• Peningkatan produk
• Kemasan
• Keunggulan teknologi
• Ciri-ciri produk (manfaat, keawetan)
2. KELEMAHAN
Kelemahan berada didalam kendali wirausaha dan terjadi sekarang
• Tidak bisa menguasai bahan baku
• Daur hidup produk terbatas
• Rancangan produk tidak baik
• Upaya penjualan lemah
• Harga yang relative tinggi
• Pemilik tidak memiliki keahlian tenis
• Kurang pengalaman profil
. Ketinggalan teknologi
• Tidak punya modal kerja
• Kurang persediaan pada puncak penjualan
3. PELUANG
Adalah faktor-faktor positif dan menguntungkan dalam lingkungan yang harus dimanfaatkan oleh wirausahawan atau faktor-faktor yang membuat ide bisnisnya menjadi layak.
• Pesaing yang sedikit dan lemah
• Peningkatan pendapatan dipasar sasaran
• Peningkatan permintaan
• Produk sejenis menguntungkan
• Bantuan teknis tersedia
• Akses pada bahan baku murah
• Tidak ada produk sejenis dipasar
4. ANCAMAN
Adalah faktor-faktor eksternal yang negative atau merugikan dan biasanya berada diluar kendali wirausahawan.
• Peningkatan biaya bahan baku
• Birokrasi pemerintah
• Kelangkaan bahan baku
• Bencana alam
• Terlalu banyak pesaing
• Pembajakan tenaga-tenaga terampil
• Prasarana yang kurang baik
• Penyelundupan
Pengertian PASAR
Pasar untuk sebuah bisnis adalah semua orang yangberada diwilaya geografis tertentu yang membutukan barang atau jasa dan bersedia dan mampu membeli.
Pelanggan potensial dapat digambarkan sebagai:
• Orang yang membutuhkan dan mengingi barang atau jasa
• Orang yang mampu membeli barang dan jasa itu
• Orang yang mau membeli barang atau jasa itu
Bauran Pemasaran
1. PRODUK
• Jenis bahan yang dipakai
• Ukuran
• Warna
• Rancangan
• Model
• Mutu
• Variasi
• Kemasan
•
2. HARGA
• Harga jual
• Diskon untuk pembayaran tunai
• Diskon musiman
• Penawaran khusus
• Fasilitas kredik kepada pelanggan
• Diskon untuk pembelian jumlah besar
3. POMOSI
• Periklanan
• Poster
• Peragaan
• Penjualan persona
• Pertunjukan
• Piblikasi
• Iklan per pos
4. TEMPAT PENYERAHAN
• Lokasi
• Penyimpanan
• Penggunaan pedagang besar
• Penggunaan pengecer
• Pembelihan bahan baku
ASPEK_ASPEK TEKNIS BISNIS
• Produk
• Produk konsumen dan produk industry
• Pemasok
• Rantai pasar
• Outsoursing
• Jenis-jenis outsoursing
• Kemitraan komersial
JENIS-JENIS OUTSOURSING
• Homeshoring
Adalah peralihan tugas dalam idustri jasa dari kantor ke karyawan yang berkantor dirumahnya masing-masing dengan fasilitas telpon dan internet yang memadai.
• Offshore outsoursing
Adalah praktek memperkerjakan organisasi lain untuk menjalankan beberapa atau semua fungsi bisnis dinegara lain dimana produk atau jasa akan dijual dan dikonsumsi.
• Subcontracting
Adalah transaksi antara dua mitra bisnis, yaitu antara kontraktor (pembeli) dengan sub-kontraktor (pemasok).
OUTSOURSING
Adalah pelimpahan untuk melakukan kegiatan selainkegiatan inti kepada perusahaan lain yang mengkhususkan diri dalam kegiatan-kegiatan itu.
LEASING
Adalah hak menggunakan aktifa (property, kendaraan, system computer) yang diberikan perusahaan leasing (lessor) kepada seseorang (biasanya disebut lessee atau tenant) selama jangka waktu yang sudah ditentukan atau tidak, dimana lessee memperoleh hak pemilikan atas property itu dengan melakukan serangkayan pembayaran yang sudah ditentukan atau tidak. Read More......
Read More......
Adalah faktor-faktor positif dan menguntungkan dalam lingkungan yang harus dimanfaatkan oleh wirausahawan atau faktor-faktor yang membuat ide bisnisnya menjadi layak.
• Pesaing yang sedikit dan lemah
• Peningkatan pendapatan dipasar sasaran
• Peningkatan permintaan
• Produk sejenis menguntungkan
• Bantuan teknis tersedia
• Akses pada bahan baku murah
• Tidak ada produk sejenis dipasar
4. ANCAMAN
Adalah faktor-faktor eksternal yang negative atau merugikan dan biasanya berada diluar kendali wirausahawan.
• Peningkatan biaya bahan baku
• Birokrasi pemerintah
• Kelangkaan bahan baku
• Bencana alam
• Terlalu banyak pesaing
• Pembajakan tenaga-tenaga terampil
• Prasarana yang kurang baik
• Penyelundupan
Pengertian PASAR
Pasar untuk sebuah bisnis adalah semua orang yangberada diwilaya geografis tertentu yang membutukan barang atau jasa dan bersedia dan mampu membeli.
Pelanggan potensial dapat digambarkan sebagai:
• Orang yang membutuhkan dan mengingi barang atau jasa
• Orang yang mampu membeli barang dan jasa itu
• Orang yang mau membeli barang atau jasa itu
Bauran Pemasaran
1. PRODUK
• Jenis bahan yang dipakai
• Ukuran
• Warna
• Rancangan
• Model
• Mutu
• Variasi
• Kemasan
•
2. HARGA
• Harga jual
• Diskon untuk pembayaran tunai
• Diskon musiman
• Penawaran khusus
• Fasilitas kredik kepada pelanggan
• Diskon untuk pembelian jumlah besar
3. POMOSI
• Periklanan
• Poster
• Peragaan
• Penjualan persona
• Pertunjukan
• Piblikasi
• Iklan per pos
4. TEMPAT PENYERAHAN
• Lokasi
• Penyimpanan
• Penggunaan pedagang besar
• Penggunaan pengecer
• Pembelihan bahan baku
ASPEK_ASPEK TEKNIS BISNIS
• Produk
• Produk konsumen dan produk industry
• Pemasok
• Rantai pasar
• Outsoursing
• Jenis-jenis outsoursing
• Kemitraan komersial
JENIS-JENIS OUTSOURSING
• Homeshoring
Adalah peralihan tugas dalam idustri jasa dari kantor ke karyawan yang berkantor dirumahnya masing-masing dengan fasilitas telpon dan internet yang memadai.
• Offshore outsoursing
Adalah praktek memperkerjakan organisasi lain untuk menjalankan beberapa atau semua fungsi bisnis dinegara lain dimana produk atau jasa akan dijual dan dikonsumsi.
• Subcontracting
Adalah transaksi antara dua mitra bisnis, yaitu antara kontraktor (pembeli) dengan sub-kontraktor (pemasok).
OUTSOURSING
Adalah pelimpahan untuk melakukan kegiatan selainkegiatan inti kepada perusahaan lain yang mengkhususkan diri dalam kegiatan-kegiatan itu.
LEASING
Adalah hak menggunakan aktifa (property, kendaraan, system computer) yang diberikan perusahaan leasing (lessor) kepada seseorang (biasanya disebut lessee atau tenant) selama jangka waktu yang sudah ditentukan atau tidak, dimana lessee memperoleh hak pemilikan atas property itu dengan melakukan serangkayan pembayaran yang sudah ditentukan atau tidak. Read More......
Label:
ISBD
Langganan:
Postingan (Atom)